Penggunaan Perintah Abstract, Final dan Static Pada Java

Pada tulisan ini akan dibahas mengenai penggunaan perintah Abstract, Final dan Static pada pemrograman Java.

Abstract

Class abstract digunakan untuk mendefinisikan sebuah kelas yang hanya mendeklarasikan format generik tanpa mengimplementasikan secara detail fungsi-fungsi dari kelas abstrak yang ada. Perintah abstract diletakkan sebelum nama Class dan nama Method Untuk lebih jelasnya perhatikan:

public abstract class Pemandangan {
    //method gunung tanpa implementasi
    public abstract void gunung();
    //method sungai tanpa implementasi
    public abstract void sungai();
    
    public void laut(){
        System.out.println("Deburan Ombak dan Nyiur Melambai");
    }
}

Sebuah class dikatakan abstract apabila ada method yang tidak diimplementasikan, method hanya dideklartasikan saja. Berikut ini class turunan dari class Pemandangan :

public class Pegunungan extends Pemandangan {
   //method gunung dengan implementasi
   public  void gunung(){
      System.out.println("Gunung menjulang tinggi");
   }
   //method sungai dengan implementasi
   public  void sungai(){
      System.out.println("Sungai dengan air yang jernih");            
   }
}

Class Pegunungan merupakan turunan yang mengimplementasikan method abstract dari class Pemandangan. Class abstract tidak bisa diinstanisasi, hanya class yang semua propertinya sudah diimplementasikan bisa diinstanisasi. Berikut contoh penggunaannya:

public class Desaku {
    public static void main(String[] args) {
        Pegunungan pg = new Pegunungan();
        
        pg.gunung();
        pg.sungai();
    }
}


Final

Perintah final jika digunakan pada class maka class tersebut tidak bisa diturunkan dan bila digunakan pada method maka tidak bisa dilakukan overriding pada method tersebut. Berikut contohnya pengunaannya pada class :

public final class SudahFInal {
    public void fungsiku(){
        System.out.println("Class ini sudah final");
    }
}
public class TurunanFinal extends SudahFinal {
    public void tulisan(){
        System.out.println("Class ini gagal melakukan extends");
    }
}

Berikut contohnya pengunaannya pada method :

public class CobaFinal {
    public final void fungsiku(){
        System.out.println("Tidak bisa dilakukan overriding terhadap method ini");
    }

}

Berikut ini class turunan dari class CobaFinal yang melakukan overriding terhadap method fungsiku() :

public class CobaOver extends CobaFinal {
    public final void fungsiku(){
        System.out.println("Mencoba melakukan overriding terhadap method final");
    }
}

Class CobaOver akan mengalami error karena mencoba melakukan overriding terhadap method final.

Static

Variable atau method yang dideklarasikan dengan perintah static dapat dipanggil langsung tanpa perlu membuat instance dari class tersebut. Berikut ini contohnya :

public class CobaStatic {
    static int panjang=10;
    static int tinggi=9;
        public static void tulisan(){
        System.out.println("Ini method diakses langsung");
    }
    public static int tambah(int a, int b){
        return a+b;
    }
}

Berikut class yang memanggil static variable dan method variable :

public class PanggilStatic {
    public static void main(String[] args) {
        CobaStatic.tulisan();
        System.out.println(CobaStatic.tambah(7,9));
        System.out.println("Panjang = " + CobaStatic.panjang);
        System.out.println("Tinggi = " + CobaStatic.tinggi);
    }
}

Demikian penjelasan mengenai Abstract, Final dan Static. Silahkan eksplorasi lebih lanjut kePenjelasan Mengenai Package pada Java

 

1 Comment on Penggunaan Perintah Abstract, Final dan Static Pada Java

2 Trackbacks & Pingbacks

  1. Penjelasan Interface Pada Java | Onestring Lab
  2. Penjelasan Overriding dan Overloading | Onestring Lab

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


Block AdBlock - Powered by Admiral